Laman

Kamis, 06 Oktober 2011

Nasihat dari Siswa untuk Guru


Nasihat dari Siswa untuk Guru

Seorang guru pasti merasa sedih bila ada siswa tidak memperhatikannya saat mengajar. Dia merasa tidak dihargai oleh siswanya karena saat dia mengajar siswanya malah asyik mengobrol atau bermain dengan temannya. Bahkan karena sebab itu ada beberapa oknum guru yang tega melakukan kekerasan fisik maupun psikologis kepada anak didiknya. Apa benar tindakan yang dilakukan guru itu?
Eits, tunggu dulu. Seorang guru tidak mungkin jadi guru jika dia tidak sekolah. Jadi tentu saja seorang guru pernah merasakan suka dukanya menjadi seorang siswa. Seorang guru tentu saja pernah merasakan apa yang dialami oleh siswanya.
Apa anda (seorang guru) pernah merasa bosan mengikuti pelajaran saat anda dulu menjadi siswa? Saya rasa anda pasti sudah pernah merasakannya. Jika bosan mendengar guru yang sedang mengajar di depan kelas ada banyak pilihan kegiatan yang dapat siswa lakukan, antara lain mengobrol dengan teman sebangku, menjahili teman lain, makan, tidur, ataupun pergi meninggalkan kelas secara diam-diam. Itu semua perilaku “wajar” yang dialami oleh siswa-siswa sekolah diseluruh dunia.
Jadi apa hal tersebut harus dibiarkan begitu saja? Ya jangan dong. Begini ya Pak/Bu guru. Siswa-siswa anda itu tidak senang bila terus-terusan diceramahi. Ceramah yang dilakukan dari jam pertama sampai jam terakhir tentu saja membuat siswa bosan. Oleh karena itu buatlah kegiatan yang menarik saat pembelajaran, contohnya bermain dengan siswa, tebak-tebakan, atau mengadakan lomba saat pelajaran.
Tidak hanya itu Pak/Bu guru, siswa sekali-kali juga pingin lho ngomong di depan kelas. Jadi ada baiknya jika sekali-kali mereka yang jadi “guru”. Memang sih pada awalnya mereka akan malu-malu, tapi lama kelamaan pasti mereka tambah berani dan percaya diri.
Begitu lho Pak/Bu guru. Eh kok malah saya yang jadi nyeramahin Bapak/Ibu guru ya?
Ya sudah. Sekian saja surat dari saya ya. Semoga bertemu lagi…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar